Melepas Lelah di Permandian Air Panas Beitou

Kalo travelling lebih dari 2-3 hari, udah pasti betis saya kenceng karena kebanyakan jalan kaki. Who’s with me on this?? Jadi udah rumus pasti deh untuk bawa salonpas atau counterpain setiap bepergian jauh. Ada opsi lain sih untuk menghilangkan pegal-pegal dengan cepat, yakni pijat refleksi. Tapi pijat refleksi di sekitar hostel kok ya plus plus semua gitu ya, khas banget dengan perempuan yang berjaga di pintu depan memakai rok mini sambil memberi saya brosur. Bukannya sembuh malah tambah pegal itu mah! Haha

Akhirnya saya mencoba alternatif lain yang lebih ‘alami’ menyembuhkan rasa pegal, yakni berendam air panas. Berendam air panas itu candu man! Saya dan teman-teman kantor lama di Jakarta pasti menyempatkan diri untuk berendam di Sari Ater Lembang setiap tahunnya. Sekalian jadi ajang buat silaturahmi juga, karena kebanyakan udah pada resign dari kantor tersebut hehe. Anyway, lokasi pemandian air panas yang terkenal di Taiwan terletak di wilayah Beitou. Wilayah ini kaya akan sumber pemandian air panas alami, sehingga dikembangkan menjadi pusat wisata pada zaman penjajahan Jepang. Untuk menuju ke sana, kamu bisa naik MRT rute stasiun Beitou (Red Line) dan transit dengan kereta khusus rute Beitou – Xinbeitou.

Beitou Road, Taiwan
Jalanan di sepanjang Beitou yang penuh dengan bunga dan pepohonan hijau, membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan!
Beitou Road, Taiwan
Ambil jalur kanan di pertigaan ini untuk menuju Beitou Hot Springs Museum, Plum Garden, dan Thermal Valley

Gak cuma pemandian air panas alami aja guys yang terkenal, di wilayah Beitou juga terdapat tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi, diantaranya:

Beitou Hot Springs Museum

Beitou Hot Springs Museum
Tampak depan museum. It may be old, but it sure look well-preserved!

Pertama masuk ke gedung tua ini, langsung terasa suasana khas Jepang! Petugas yang memberi salam sambil membungkuk, sandal rumah yang sengaja disediakan agar pengunjung tidak merusak lantai kayu yang halus, dan tentunya ada ruangan dengan tatami asli. Karena ga boleh masuk jadi penasaran, apa rasanya ya tidur di tatami? Kenapa Nobita bisa pules banget tidur siang di tatami kamarnya sepulang sekolah haha

Beitou Hot Springs Museum
Ilustrasi peta Beitou dan tempat-tempat yang bisa dikunjungi
Beitou Hot Springs Museum
Pingin rebahan di tatami tapi gak dibolehin 😦
Beitou Hot Springs Museum
Pameran benda-benda peninggalan zaman penjajahan Jepang
Beitou Hot Springs Museum
Saya lebih percaya kalo dikasihtau ini artefak dari Hidden Villages Konoha

Beitou Hot Springs Museum
Satu-satunya kolam air panas asli dari zaman penjajahan jepang tahun 1911!

Terdapat beberapa ruangan yang mempertunjukkan artefak dan sejarah air panas dari zaman penjajahan Jepang. Cukup nyaman juga berkeliling di museum ini, karena semua petunjuk informasi memiliki terjamahan Bahasa Inggrisnya. Untuk masuk ke museum ini, kamu tidak dikenakan biaya lho. Jam buka museum adalah pukul 09.00 – 17.00 setiap harinya.

Plum Garden Beitou

Plum Garden Beitou
Salah satu karya seni yang dipertunjukkan adalah kaligrafi
Plum Garden Beitou
Sudut ruangan yang dibuat terbuka sehingga pengunjung bisa menikmati indahnya taman dari dalam rumah

Rumah kecil ini berisi karya seni kaligrafi dan puisi dari seniman Yu You-jen. Lucu juga kalo dipikir-pikir, ada rumah pribadi di tengah taman kota yang dibuka untuk publik. Walau kecil, rumahnya tetap menarik untuk dikunjungi karena ada taman bunga di sekitar rumahnya. Untuk masuk ke sini, tidak dipungut biaya, tapi jangan lupa untuk berganti sandal rumah ya! Jam buka mulai pukul 09.00 – 17.00 setiap harinya.

Thermal Valley

Thermal Valley Beitou
Panas-panas malah pake turtleneck. Duh, salah kostum!

Ini dia pusat wisata paling ramai dikunjungi wisatawan – danau air panas alami dengan temperatur tertinggi di Beitou! Uap putih menari-nari di atas danau, dikelilingi dengan batuan alam langka bernama Hokutolite. Batuan ini berbentuk bulat-bulat kecil, dan mengandung unsur elemen Radium. Hokutolite hanya bisa ditemukan di daerah Beitou dan Akita (Jepang). Tempat wisata ini gratis, tapi ingat ya, jangan coba-coba nyebur di danau ini karena suhunya mencapai 100 derajat Celcius! Thermal Valley dibuka untuk umum mulai 09.00 – 17.00 setiap harinya.

Millenium (Public) Hot Springs

Setelah puas berkeliling Beitou, saatnya menuju pemandian air panas umum. FYI, pemandian air panas umum di Beitou bisa seperlima kali lipat lebih murah dibanding pemandian air panas privat, karena dikelola langsung oleh pemerintah Taiwan. Jam buka pemandian ini adalah pukul 06.00 – 22.00, dengan puncak keramaian di atas jam 6 sore. Dengan budget hanya NTD$80 (Rp35.000), saya bisa berendam air panas, shower air hangat, serta makan es krim lilin. Pihak pemandian menyediakan loker dengan tambahan biaya NTD$20, tapi saya melihat warga lokal lebih senang menaruh barang bawaan di atas loker tanpa takut kecolongan. Karena posisi loker mudah diawasi sambil berendam, saya juga ikutan deh.

Dengan harga yang murah, tentu ada aturan main yang wajib diperhatikan. Laki-laki diharuskan memakai pakaian renang ketat berbahan spandex, BUKAN boxer atau celana pantai. Jika tidak membawa, kamu harus membeli celana renang di sana seharga NTD$350-$400. Harga yang terbilang mahal untuk kualitas celana renang yang biasa saja.

Banyak review negatif di internet tentang tempat ini; petugas yang galak, aturan berpakaian, sampe kolam yang katanya bau pesing (walah!). Setelah merasakannya sendiri, ternyata saya fine-fine aja kok, walau sempat dibentak oleh petugas karena mengambil gambar di lokasi pemandian (ternyata aturannya tidak boleh hehe).

Millenium (Public) Hot Springs Beitou
Untung sempat ngambil foto sebelum kena bentak! hehe

Sembari ngobrol dengan warga lokal, saya diajari cara berendam yang benar. Pertama adalah membilas badan di shower terbuka. Kemudian, mulailah masuk dari kolam dengan temperatur air panas terendah. Kalau ingin pindah ke kolam dengan air yang lebih panas, masuklah dulu ke kolam air dingin selama 1-2 menit untuk penyesuaian. Cara aneh ini dipercaya menambah daya tahan tubuh kita.

Di kolam dengan suhu air terpanas, saya hanya kuat 30 detik saja. Yang tahan di kolam tersebut hanyalah para lansia, barangkali karena kulitnya udah kebal-kebal kali ya? Saya jadi diketawain karena dianggap lebay buru-buru keluar kolam hehe.

Ada cerita lucu saat saya hendak shower setelah puas berendam. Dengan koin NTD$20, ternyata saya hanya diberi waktu 4 menit untuk mandi air hangat, sebelum airnya dimatikan! Duh kentang banget, mau balik ngambil koin lagi, tapi antriannya udah panjang. Jadilah mandi dengan penuh rasa insecure; keramas sambil ngintip-ngintip ke timer di samping mesin koin yang terus berhitung mundur dengan cepat hahaha.. time is literally money!

Bagai sulap pak Tarno, bim salabim, seluruh pegal-pegal rasanya hilang plong abis berendam. Baru nyeruput es lilin rasa buah-buahan di pintu keluar, eh perut udah bunyi keroncongan. Saatnya balik untuk menikmati kuliner malam di Shilin Night Market!

One Reply to “Melepas Lelah di Permandian Air Panas Beitou”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s