Terkesima Pesona Jiufen Old Street

Sebuah gang sempit di wilayah Jiufen tidak akan dikenal oleh seluruh dunia tanpa ada sesuatu yang menarik rasa perhatian. Setiap seluk-beluk gang menyimpan cerita yang menunggu untuk ditemukan oleh setiap pengunjung yang lewat – cerita penambangan emas zaman penjajahan Jepang, kebudayaan minum teh turun-temurun, atau sesimpel pemandangan anak tangga di antara gedung-gedung bernuansa Cina yang menginspirasi seorang Hayao Miyazaki saat membuat film Spirited Away.

Kawasan Jiufen Old Street buka pada pukul 09.00 – 21.00 setiap harinya. Lokasinya relatif dekat dari kota Taipei sehingga banyak menjadi tujuan wisatawan di akhir pekan. Perjalanan bus melewati jalur-jalur yang sempit, sehingga harus lebih sabar untuk menunggu antrian di setiap halte bus.

Bagaimana cara menuju Jiufen Old Street? Pertama-tama, naiklah MRT (dari manapun) menuju stasiun Ruifang. Dari luar stasiun, belok kiri ke jalan Mingdeng dan berjalanlah sekitar 200m. Terdapat halte bus di depan kantor polisi di sebelah kanan jalan. Naiklah bus nomor 827/788 (tarif flat NTD$15), dan dalam 15-30 menit kamu akan sampai.

Ruifang Station, Taiwan
Untung saya udah ngambil payung gratis dulu. Baru keluar Stasiun Ruifang udah gerimis

Kacamata saya berembun ketika turun di halte bus Jiufen. “Yah hujan deras, bakalan tercapai ga ya itinerary hari ini?”. Saya orangnya emang teratur ketika travelling,  tapi makin kesini makin sering pasrah karena gaada gunanya juga untuk bersikap cemas. Travelling should made you feel happy, not worry! 

Walau gangnya sempit dan kecil, tapi palugada deh; apa yang lu mau gua pasti ada. Mau kuliner? Oleh-oleh? Museum? Minum Teh? Mau lihat pemandangan? Semua ada.

Jiufen Old Street
Seru deh turun tangga sambil ngeliat banyak kafe dan tempat nge-teh. Buru-buru kalo mau selfie karena banyak yang ngantri! Haha
Jiufen Old Street
Kucingnya ketus banget liat saya berteduh di depan toko. Bentar doang elah!
Jiufen Old Street
Kakek-nenek aja masih kuat narik-turun tangga. Saya gak boleh ngeluh!
Jiufen Old Street
Otw minjem spidol putih buat nulis “Boedeot”
Jiufen Old Street
Banyak oleh-oleh lucu dengan harga selangit (if only i could speak mandarin to bargain)
Famous A-Mei Tea House, Jiufen, Taiwan
A-Mei Tea House yang sangat terkenal. Satu paket minum teh bisa dibandrol seharga NTD$2.000 (900 ribu rupiah). Hostel saya 3 hari 2 malem aja gak nyampe segitu~

Menuruni anak tangga ikonik khas Jiufen Old Street, saya sampai ke destinasi pertama – Sherping Theater. Saya kagum karena teater terawat dan dilestarikan sebagaimana adanya; proyektor roll-hitam asli, panggung yang tertutup kain merah, serta poster film-film jadul yang terpampang. Masuk ke sini memang gratis, tapi harap bersabar ya kalau disuruh menunggu, karena kapasitas teaternya kecil.

Sherping Theater - Jiufen
Pintu Masuk Sherping Theater yang kusam, meninggalkan kesan seakan isinya tak terawat
Sherping Theater - Jiufen
Menarik banget untuk mempelajari sejarah teater ini. Sayangnya, tidak ada penerjemah/tour guide yang available untuk diajak ngobrol!
Sherping Theater - Jiufen
“Ladies and Gentlemen, please take a seat. The show’s about to start.”

Melihat bus nomor 788 nangkring di depan gang Jiufen, saya naik dan bertolak ke Jinguashi Gold Museum. Museum ini digunakan sebagai basecamp penambangan emas pada zaman penjajahan Jepang. It was a great museum! Selain lokasi museum yang luas, bangunan dikelilingi dengan pemandangan pegunungan. Tiket masuk museum murah (NTD$80), dan saya bisa melakukan aktivitas mendulang emas (menyaring emas di air) dengan tambahan NTD$100. Barang-barang di toko suvenirnya lucu banget; semua dibuat bertemakan emas dan pertambangan. I spent 2 hours wandering the whole complex. 

Jinguashi Gold Museum front entrance
Suka banget liat pajangan bus depan gerbang museum. Bukan, ini bukan bus umum yang saya naiki!
Jinguashi Gold Museum
Rumah besar milik Pangeran Jepang. Bagian dalamnya sangat bersih dan rapih, tapi saya tidak diperbolekan masuk dan hanya boleh ‘ngintip’ dari luar. Huh!
Jinguashi Gold Museum
Suasana di zaman penambangan emas yang terukir dengan sangat detil. So creative!
Jinguashi Gold Museum
Emas seberat 1.242 kg yang diestimasikan seharga NTD$272 juta (setara USD$9 juta). Dibiarkan terbuka juga siapa yang kuat ngangkat~

“Ngapain lagi ya?”, tanya otak tanpa memperdulikan betis dan bahu yang udah teriak-teriak minta istirahat. Maklum, saya seharian bawa carrier berkapasitas 65 liter, karena gak berencana untuk menginap di Jiufen. Doa betis dan bahu langsung terjawab. Wilayah Jiufen tiba-tiba diguyur hujan badai. Saya buru-buru mencari tempat untuk berteduh dan masuk ke Siidcha Teahouse. Ada banyak tempat minum teh di Jiufen, tapi kalo mau cari yang harganya murah, maka disinilah tempatnya. Satu teko teh dibandrol NTD$180.

Siidcha Teahouse
Emang paling ngerti deh mas-nya, lagi ngeteh dikasih cemilan kacang gratis
Jiufen Old Street
Selang beberapa menit sebelum kabut menutupi seluruh Jiufen

Cuaca di luar sangatlah dingin, tapi saya sudah duduk nyaman di dalam kafe. Baju yang basah sudah diganti, carrier diletakkan di samping kursi, musik tradisional Taiwan yang mengalir memenuhi ruangan, dan segelas teh oolong panas. I’m having “this right here is perfect” momentAin’t no gloomy weather can stop me from having my day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s