Menjelajahi Keindahan Taman Nasional Taroko Gorge dengan Skuter (Part 3)

Early bird gets the worm. Perjalanan saya jauh, dan ada banyak lokasi pendakian yang bisa dilihat. Dengan tangki bensin penuh, bekal sandwich, jaket motor, dan playlist A Head Full of Dreams Coldplay, saatnya berangkat!

En route to Taroko George National Park
Time to hit the road!

Musik Yellow samar-samar terdengar saat melewati jalanan bebas hambatan Hualien – Xiulin. Cahaya matahari malu-malu sembunyi di balik lautan timur Taiwan, namun membawa suasana hangat saat ia bangkit dan memenuhi seluruh sudut langit.  I couldn’t help but to pour those tears of joy, cause i’ve seen another miracle from Him in form of a simple sunrise. 

En Route From Hualien to Xiulin
Pegunungan di atas baru sebagian kecil dari kawasan taman nasional ini

Selang satu jam berkendara, saya sampai di gerbang utama taman nasional Taroko Gorge. Saya ingin berkendara ke jalur pendakian paling jauh dari gerbang utama, agar menjelang sore bisa semakin dekat ke jalur pulang. Berikut jalur pendakian yang saya kunjungi selama disana:

Baiyan Trail (Satu Setengah Jam Pendakian)

Melewati beberapa terowongan yang gelap dan lembab, saya disambut dengan jembatan besar di ujung perjalanan. Bukit tinggi nan hijau mengelilingi, dan aliran deras sungai terdengar beberapa kali menghantam bendungan yang kokoh. Melepas lelah di pondok peristirahatan, saya berkenalan dengan Roy dan keluarganya yang sering mengunjungi Hualien pada hari libur. Kami berjalan pulang bersama dan ia menunjukkan beberapa sarang kelelewar di langit-langit terowongan. Sesampainya di tempar parkir, Roy memberi saya minuman penambah energi dan kami pun berpamitan. Ramah sekali warga Taiwan ya! Overall, rute ini menyajikan pemandangan yang paling indah.

Baiyan Trail Waterfall
A beautiful waterfall at the end of the trail
The Bridge at Baiyan Trail, Taroko George
Jembatan menuju tempat peristirahatan Rute Baiyan

Lushui Trail (Satu Jam Pendakian)

Keunikan jalur ini baru saya temui di tengah pendakian. Jalur tanahnya hilang, dilanjutkan dengan jalur besi melewati pinggir tebing. Sungguh, pengalaman yang menegangkan! Jika kita melihat ke bawah, maka akan terlihat jalan raya yang tadi pagi saya lewati. Tangan saya terlalu gemetar saat merogoh handphone untuk selfie. Sesampainya di ujung tebing, ada baiknya kita putar balik karena jalur akhir pendakian berada di lokasi yang berbeda dengan jalur awal pendakian.

Lushui Trail, Taroko George National Park
Pemandangan Jalur Lushui

Swallow Grotto Trail (Satu Jam Pendakian)

Rute ini adalah rute favorit turis dan penduduk lokal, karena lokasi yang dekat dan rute perjalanan yang santai. Ngarai marbel terlihat amat dekat di seberang jembatan kayu, terisi dengan lubang-lubang yang terbentuk melalui proses selama ribuan tahun. Sayangnya, suasana saat itu sangatlah ramai karena dipenuhi dengan wisatawan.

Swallow Grotto Trail
Dinding ngarai terjal di sepanjang rute
Bridge to Zhuilu Old Trail
Terdapat juga akses menuju Jalur Pendakian Zhuilu yang membutuhkan perizinan tambahan

Shakadang Trail (Satu Setengah Jam Pendakian)

Rute Shakadang adalah rute favorit saya yang kedua. Saya berjalan di sepanjang tebing dengan pemandangan sungai yang jernih. Dinding atas tebing cukup rendah, sehingga saya harus berhati-hati agar tidak terpentuk. Untuk kamu yang ingin membeli pernak-pernik berbahan dasar marbel, kamu bisa membelinya disini. Terdapat kios-kios di ujung perjalanan.  Setelah capai mendaki seharian, saya menepi di pinggir sungai dan mencelupkan kaki di air sungai. Ada reward atas hari yang panjang ini; saya bisa beristirahat ditemani suara kicauan burung di balik pepohonan. Rasa lelah langsung hilang dan panas tubuh saya kembali normal.

Gate to Shakadang Trail
Pintu masuk Rute Shakadang, yang terletak di samping jembatan
Bridge to Shakadang Trail
Sungai yang kering karena sedang musim panas

Karena waktu masih menunjukkan pukul 4 sore, saya menyempatkan diri berkendara ke utara untuk melihat sunset di Ching-Sui Cliff. Walau matahari tidak terlihat dengan jelas, namun pemandangan sore ini memberi warna yang sangat indah. Ombak pantai biru muda berpadu dengan pegunungan yang hijau dan langit sore berwarna ungu muda.

Sunset Ching-Sui Cliff
What a view to close the day!

Saya sangat terkesan dengan Pemerintah Taiwan yang menaruh perhatian besar untuk merawat lokasi pariwisatanya. Setiap jalur pendakian dan tempat wisata di Hualien dilengkapi dengan papan peringatan, WC umum, tempat parkir, pusat informasi, dan pondok peristirahatan. On top of that, saya tidak dikenakan biaya tiket masuk sama sekali!

Perjalanan ke Taman Nasional Taroko Gorge dan Ching-Sui Cliff menyimpan kenangan yang amat berkesan di hati saya. Ini adalah aktivitas alam terbaik yang bisa kamu lakukan selama di Taiwan.

Sunset at Ching-Sui Cliff
If you cross my paths somewhere in the future, please say hi 🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s